Once a woodcarver, Chinese artist Wen Fuliang lives in Shaanxi province where he transforms chicken, goose, and duck eggshells into incredible (and incredibly fragile) works of art.
Wen Fuliang has practiced the delicate art of eggshell carving for over ten years. The work is done “using a fine diamond bit on an electric rotary tool. The artist sketches a design on the shell, which has been carefully emptied of the yolk and egg white with a syringe. They must then gently but securely hold the egg shell in one hand, the rotary tool in the other and slowly carve away the design in an incredibly time-consuming and skillful process.”
[via Neatorama and Dailymail.co.uk]
Depok, 19 & 20 Januari 2013. Minggu kesembilan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Mendengar Dongeng dan Mengenal Keluarga (2).“Sebagaimana dongeng, keluarga yang baik adalah tempat yang memberikan kemungkinan-kemungkinan indah tentang masa depan tetapi tak alpa menyediakan ruang hangat tempat pulang dari perjalanan…”
Muhammad Akhyar
Depok, 19 & 20 Januari 2013. Minggu kesembilan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Mendengar Dongeng dan Mengenal Keluarga (4).“Sebagaimana dongeng, keluarga yang baik adalah tempat yang memberikan kemungkinan-kemungkinan indah tentang masa depan tetapi tak alpa menyediakan ruang hangat tempat pulang dari perjalanan…”
Muhammad Akhyar
Depok, 19 & 20 Januari 2013. Minggu kesembilan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Mendengar Dongeng dan Mengenal Keluarga (3).“Sebagaimana dongeng, keluarga yang baik adalah tempat yang memberikan kemungkinan-kemungkinan indah tentang masa depan tetapi tak alpa menyediakan ruang hangat tempat pulang dari perjalanan…”
Muhammad Akhyar
Depok, 19 & 20 Januari 2013. Minggu kesembilan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Mendengar Dongeng dan Mengenal Keluarga (1).“Sebagaimana dongeng, keluarga yang baik adalah tempat yang memberikan kemungkinan-kemungkinan indah tentang masa depan tetapi tak alpa menyediakan ruang hangat tempat pulang dari perjalanan…”
Muhammad Akhyar
Depok, 12 & 13 Januari 2013. Minggu kedelapan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Makan Ubi dan Mengenal Gender (4).
“Jika kita tak cukup berikhtiar untuk mendidiknya semenjak dini, perbedaan satu huruf, X atau Y, pada anak manusia akan mengantarkannya pada relasi yang begitu naif, si sibuk yang wajib melayani dan si santai yang wajib dilayani…”
Muhammad Akhyar
Depok, 12 & 13 Januari 2013. Minggu kedelapan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Makan Ubi dan Mengenal Gender (3).
“Jika kita tak cukup berikhtiar untuk mendidiknya semenjak dini, perbedaan satu huruf, X atau Y, pada anak manusia akan mengantarkannya pada relasi yang begitu naif, si sibuk yang wajib melayani dan si santai yang wajib dilayani…”
Muhammad Akhyar
Depok, 12 & 13 Januari 2013. Minggu kedelapan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Makan Ubi dan Mengenal Gender (2).
“Jika kita tak cukup berikhtiar untuk mendidiknya semenjak dini, perbedaan satu huruf, X atau Y, pada anak manusia akan mengantarkannya pada relasi yang begitu naif, si sibuk yang wajib melayani dan si santai yang wajib dilayani…”
Muhammad Akhyar
Depok, 12 & 13 Januari 2013. Minggu kedelapan Sekolah Bermain Matahari. Edisi Makan Ubi dan Mengenal Gender (1).
“Jika kita tak cukup berikhtiar untuk mendidiknya semenjak dini, perbedaan satu huruf, X atau Y, pada anak manusia akan mengantarkannya pada relasi yang begitu naif, si sibuk yang wajib melayani dan si santai yang wajib dilayani…”
Muhammad Akhyar
